Setelah lima tahun berlatih diam-diam, gadis imut kembali ke rumah dengan penampilan polos namun penuh kekuatan. Namun tanpa sengaja ia menyaksikan tindakan memalukan ayahnya yang jahat. Marah, gadis itu dengan berani memanggil petir dan dengan cara yang lugu namun tegas memberi pelajaran pada ayahnya, menunjukkan bakat dan keberaniannya yang luar biasa.Untuk melindungi diri dan ibunya, gadis itu meminta bantuan paman kaisar dan menuntut perceraian. Meski masih kecil, pemikirannya sangat teliti. Ia tidak hanya mengkritik, tetapi menunjukkan kebijaksanaan dan keberanian dengan menghadapi urusan negara dan selir jahat, bertarung dengan penuh kecerdikan dan nyali. Ia bergerak di istana bagai ikan dalam air, tumbuh menjadi sosok yang dicintai semua orang.