Adrian salah mengira bahwa ibunya, Helena, yang menyebabkan kematian ayahnya dan memaksa pacarnya bunuh diri. Dia pun mengembangkan helm memori untuk balas dendam. Namun setelah membaca memori, dia justru mengetahui bahwa ibunya seorang diri menanggung utang judi, membantu usahanya, dan bahkan mendonorkan sumsum tulang untuk menyelamatkannya. Adrian dipenuhi penyesalan. Karena ibunya sakit parah akibat dirinya, dia akhirnya sadar, tapi justru mengalami gangguan jiwa. Meski begitu, ibunya tidak pernah meninggalkannya. Pada akhirnya, keluarga ini mendapatkan kehangatan.